Assalamu alaikummm....
Sesungguhnya jodoh itu apaan sech... sedemikian kadang kita atau umat muslim khususnya bertanya tanya tentang jodoh...!!!... kok hasil akhirnya terus kepasrahan jodoh merupakan ketentuan dariNYA yang sifatnya sudah jelas Si A dengan Si B.... maka ujar ujar ini sangat tenar "takan lari Gunung dikejar"....Benarkah masing masing telah mentadaburi semua ayat yang ada, baik dalam Al
Quran, tauladan Rosulullah dan alam kenyataan......
Didalam Al Quran Allah telah mengatakan bahwa laki laki dan perempuan diciptakan berpasang pasangan.....(kalo gak salah surat An nisa) Selanjutnya kita hubungkan dengan Qodrat - Irodat.... dihubungkan lagi tentang hadist : jodoh , rejeki umur ditangan Allah....terus dilanjutkan ketauladanan Rosulullah dalam Polygami....mari kita tadaburi satu satu, biar kita bisa lebih arif dalam menyikapi sesuatu yang berhubungan dengan memaknai Allah dalam kehidupan.....
Setelah melihat berbagai pertanyaan yang berkembang seputar jodoh...pemahaman umat kok berkembang pada jodoh merupakan ketentuan pasangan dari Allah (Si A dengan dengan Si B) ...berarti umat muslim terjebak dalam pengertian hadist dengan kata "ditangan Allah"... sedemikian makna yang terjadi secara phisykis adalah absolut ketentuan Allah....
Menyikapi hadist, Rosulullah dalam berdakwah tidak akan mengucapkan kata sepotong sepotong seperti tertera dalam hadist... jadi seperti notulen kita dalam pengajian juga kadang hanya menulis kesimpulan dari pembicara....jadi kita mesti banyak referensi dalam memahami hadist....bisa dari Al Quran, phisikologi , makna kata kata bersayap, situasi kondisi (mungkin dari shirah tetapi kelihatanya akan kurang lengkap) , disini ada satu hal lagi yang hilang yaitu roman muka Rosulullah dan intonasi kata ketika mengemukakanya....
Mari kita buka Al Quran nya saudaraku semua.... dari sekian pemahaman tentang rizki , jodoh dan kematian ,Allah tidak pernah menyatakan keabsolutanya, sedemikian segala sesuatunya dimasukan kedalam makna bias seperti kata KAMI, Kuasa, Ilmu dll.... mengapa demikian ???... inilah gunanya otak kita agar mampu mentaburi alam, maka ketika kamu rasakan sesuatu kebenaran ,lihatlah Al Quran akan menjawabnya... tidakkah kau lihat bahwa telah ada padaku(Al Quran) apa yang kamu rasakan ????.... kata Al Quran selanjutanya kurang lebih begini "nikmat mana lagikah yang kamu dustakan"..... demikian juga tentang teknologi... Al Quran bukan kitab scientist sedemikian kamu kajipun hanya akan kebingungan , tetapi ketika kamu menemukan kebenaran dalam kehidupan seputar teknologi maka Al Quran akan berkata lagi.....tidakkah kau lihat bahwa telah ada padaku(Al Quran) apa yang kamu rasakan ????..(nikmat mana lagikah yang kamu dustakan)....karena semua kebenaran akan tunduk terhadap Sunatullah yang tertera dalam Al quran....
Kita kaji lagi ke Al Quran tentang kata laki laki dan perempuan diciptakan berpasang pasangan : berarti Allah telah menyatakan syarat mutlak perjodohan... yaitu dari jenis yang satu laki laki dan jenis yang lainya adalah perempuan.... Nah disini jelas bahwa setiap lawan jenis kita tentunya yang bukan muhrim(Aturan) berhak "berjodoh" dengan diri kita... masalah langgeng tidaknya suatu pernikahan atau hubungan itu tergantung kecocokan masing masing.. nah kata "kecocokan" lebih tepat dikatakan sebagai kata berjodoh....Kemudian sebagai orang yang beriman maka hal ini "diyakini" sebagai tolak ukur peningkatan iman terhadap yang Maha Kuasa....
Maka ketika keyakinan ini ada, kata Grup musik Padi dalam syair lagunya (Mahadewi):....Usai sudah sudah pencarianku.....Atau kata Dewa (khalil Gibran) lain lagi... Bila kau terus pandangi langit diangkasa, maka tak kan ada habisnya.....Hawa tercipta didunia untuk menemani adam , begitu pula dirimu tercipta tuk temani aku dst...(terkandung keyakinan)
Sekilas lagu terlihat biasa saja, tetapi sebenarnya maknanya begitu islami....Ternyata bukan nasid saja yach !!!.. yang punya makna islami bukan ???...
Kecocokan dalam dunia teknik sering dikatakan sebagai suaian (Paksa ,Longgar, Pas)...kalo yang sering ribut ribut kemungkinan ini adalah suaian paksa, kalo yang tahu diri masing masing mungkin yang pas, tapi kalo masing masing sabar .. ini longgar pisan kali... Nah tentunya banyak yang menginginkan kepribadian seperti Rosulullah SAW... kalo dalam bidang teknik,istilah ini seperti kunci Inggris... bisa distel/setting sesuai kebutuhan, apalagi jaman sekarang bisa secara digital...he..he... tentunya yang seperti begini menjadi idaman setiap orang atau boleh dikatakan bahwa pengertian jodohnya bisa luas sekali.... sama siapa saja cocok... maka walhasil Polygami Rosulullah SAW sukses, bahkan bisa berjodoh/cocok dengan setiap pemahaman setiap umat manusia yang ada (dakwah)...
Mengenai Hadist apabila kata "ditangan Allah" disubstitusikan/masukan kedalam makna makna didalam Al Quran , maka mengandung pengertian yang bisa dimasukan kedalam Kuasa Allah yang meliputi kekuasaan apa yang terdapat dalam ciptaanya, hubungan antar ciptaan maupun tiap tiap titian waktu yang meliputinya... Contoh: ketika rencana pernikahan sudah matang, tetapi tiba tiba tidak jadi dikarenakan calonya meninggal kecelakaan... maka disitu dikaitkan pada usaha usaha ciptaanNYA yang lain yang saling berhubungan, terus waktunya juga...(Al Quran :Apa apa yang terjadi akibat ulah manusia)...
Ketika dihubungkan dengan kodrat irodat.... Allah menyerahkan berjalanya dunia ini dalam kuasa dan ilmuNYA dll...( hanya dalam keadaan tertentu Allah (wujud) hadir langsung)...
Ketika manusia/ makhlukNYA belum dapat memasuki sebuah sistem kehidupan maka Qudrat akan berlaku konstan... Tetapi ketika manusia/maklukNYA sudah bisa memasuki suatu sistem dan merubahnya maka berlaku Irodat (mengirodatkan: merealisasikan)....Dinamis....
Ternyata konstan dan dinamis memasuki arena ini pula yach !!!...
contoh:
bentuk usaha A... maka Allah tahu ujungnya B
Bentuk usaha C ...maka Allah tahu ujungnya D...
hukum itu akan berlaku konstan apabila tidak adanya campur tangan benda/manusia kedalam sistem itu... tetapi ketika sudah ada campur tangan/manusia telah mampu memasuki sebuah sistem, maka hukumnya menjadi sangat dinamis... tetapi Allah Maha Tahu ujung dari setiap pergerakan dinamis itu...nah dari sini yang tadinya bentuk usaha A berujung B tidak berlaku lagi, bisa berujung D atau F atau bahkan Z....Bukankah hal ini sudah bisa untuk setidaknya mengerti misteri dari hubungan sebab akibat dari berbagai peristiwa...!!!....tentunya hanya Allah Yang tahu akan semua itu... tetapi kita bisa hanya mengerti dan memahami jikalau kita cukup ilmu untuk mengetahui sebuah peristiwa.....
Masuk dalam dunia Polygami: Ketika yang dimaksud kecocokan adalah jodoh maka hal ini akan bisa dimengerti , tetapi tentunya setelah mengikuti aturan main yang benar ( dalam hal ini tanyakan Pak Ustadt yach !!!... habis hanya segini yang saya ngerti)....
Catatan: ...Mengerti bukan berarti mengetahui...
Salah satu contohnya dalam sunatullah adalah Manusia mesti mati (kapan dan bagaimana bisa dimengerti ketika memahami pengertian filosofi ini), mengerti bukan berarti mengetahui karena hanya Allah yang yang mengetahui hasil akhir dari sebuah pergerakan konstan maupun dinamisnya kehidupan....
Jika ada kesalahan adalah datangnya dari saya manusia.... Setidaknya ingin rasanya saya berbagi pengertian yang bisa kumengerti dan kurasakan, daripada sekedar membangga banggakan masa lalu yang gemilang dan cerita cerita (menjadi pendongeng) yang terus diulang ulang dari jaman kejaman.... dan sayangnya umat muslim sudah keasikan mendongeng, sedemikian belum tentu nilai yang ada dalam dongenganya masuk dalam kehidupanya....
Saya percaya bahwa sesungguhnya pada diri setiap muslim yang berusaha mengabdi padaNYA sungguh sungguh maka jalan hidupnya merupakan pemecahan solusi umat yang terjadi ..... maka para sahabat/teman sejatiku berbagilah pengertian dan pemahaman kepada sesama muslim sekalian... mulai dari segala hal (pasangan, ilmu, pengalaman dll) yang akan menambah khasanah kita untuk memperkuat keimanan padaNYA dan menjadi solusi umat paling up to date .....
Wassalam wr..wb...
Senin, 07 Februari 2011
Pemenang VS Pecundang
PEMENANG
- Selalu menciptakan kesempatan atau peluang
- Memecahkan masalah
- Yakin dapat mengubah atau memperbaiki sesuatu
- Berpikir penyebab masalah berasal dari diri sendiri
- Berdisiplin diri
PECUNDANG
- Selalu menunggu kesempatan
- Terbawa masalah
- Tidak yakin dapat melakukan sesuatu
- Berfikir penyebab masalah datang dari orang lain
- Sesuka hati
- Selalu menciptakan kesempatan atau peluang
- Memecahkan masalah
- Yakin dapat mengubah atau memperbaiki sesuatu
- Berpikir penyebab masalah berasal dari diri sendiri
- Berdisiplin diri
PECUNDANG
- Selalu menunggu kesempatan
- Terbawa masalah
- Tidak yakin dapat melakukan sesuatu
- Berfikir penyebab masalah datang dari orang lain
- Sesuka hati
Minggu, 06 Februari 2011
how to find your soulmate
- 1Make yourself a better person. Instead of waiting for your soulmate to appear, make yourself apparent to him or her. Become the spectacular human being you want to be. Expressing your individuality is the closest you can come to advertising your soulmate potential. Not only will you stand out, but you'll also be doing things that are more likely to bring you closer to your soulmate, who probably has similar interests and goals.
- 2Remember that your soulmate might not be what you expect. If there's only one person in the world who can be your soulmate, what are the chances that she'll live in your town, look like the people you grew up with, or even speak the same language? If you're expecting your soulmate to be love at first sight, you might never find what you're looking for. So keep an open mind. Part of the romance of having a soulmate is being pleasantly surprised.
- 3Be patient. Fate doesn't work on a schedule. Your soulmate might cross your path when you're 8 or 80 years old. Yes, you might look forward to spending the majority of your life with your soulmate--perhaps buying a house, getting married, starting a family--but it may or may not be in the cards. A soulmate isn't always a lifemate. Your soulmate will color your world no matter how old you are, so don't rush into things, or else you might end up forcing the wrong person into the soulmate box, which will cause pain for everyone involved.
- 4Accept people for who they are, not who you want them to be. When you've got all these fantasies flying around in your head about how wonderful and special your soulmate will be, it can be easy to look for those specific characteristics and features in anyone you get involved with. Unfortunately, unrealistic expectations can ruin a relationship, and might even chase your soulmate away. Whoever it is that you think might be your soulmate, appreciate their individuality and trust that if this person is your soulmate, they'll never need to change who they are for you, just like you'll never need to change who you are for them.
- 5Weather the storms. Contrary to what popular media would have you believe, meeting your soulmate doesn't guarantee "happily ever after." Things won't get easier when you find that special someone and in fact, they might get even harder. Ultimately, a soulmate is someone you can grow with, and the only way to grow together is to face challenges together. So if you put your heart and soul into a relationship, stick with it through the ups and downs, even when you question whether it's meant to be, and you might look back decades later and realize that you were with your soulmate all along
Langganan:
Postingan (Atom)



